Tue, Jun 02, 2020

Call Us: (318) 742-7616

Perbedaan Hidrolik dan Pneumatik

Perbedaan Hidrolik dan Pneumatik

Banyak distributor hydraulic distributor pneumatic menawarkan berjenis-jenis alat untuk memenuhi kebutuhan industri. Tapi sebelum Anda salah memilih simak penjelasan kami tentang cara hidrolik dan pneumatik berikut ini.

 

Sejak bertahun-tahun lalu manusia telah mengetahui kekuatan perpindahan air, meski manusia dikala itu belum mengetahui jikalau hal hal yang demikian adalah prinsip hidrolik. Hidrolik ialah sebuah ilmu tentang pergerakan fluida yang tidak cuma terbatas pada fluida air saja. Semenjak prinsip ini dikenal, manusia terus mengembangkan prinsip ini untuk digunakan di beragam bidang kehidupan sehingga membuat kemajuan yang betul-betul kencang serta memudahkan kehidupan manusia.

 

Sistem hidrolik ini mempunyai banyak profit, sekiranya dibandingkan sistem mekanika lainnya seperti pneumatik keuntungan hal yang demikian diantaranya kemudahan dalam pemasangan, muatan alatnya ringan, perawatan alat yang sedikit, serta memiliki efisiensi hampir 100%. Sedangkan kekurangan metode ini memerlukan lingkungan yang benar-benar bersih sebab komponennya benar-benar peka kepada debu dan kotoran.

 

Bagian-bagian yang lazimnya terdapat dalam sistem hidrolik antara lain, motor hidrolik yang berfungsi merubah kekuatan tekanan fluida menjadi energi mekanik, pompa hidrolik yang berfungsi untuk memindahkan fluida menjadi wujud energi, serta katup yang dibedakan atas desain, fungsi dan sistem kerja. Umumnya distributor hydraulic distributor pneumatic menyediakan komponen-komponen tersebut.

 

Pneumatik sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya angin atau udara. Jadi metode pneumatik yakni sistem yang memanfaatkan udara yang disimpan atau dimampatkan untuk menghasilkan daya. Metode pneumatik ini banyak digunakan dalam beragam cara automasi. Beberapa penerapan metode pneumatik dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai rem, buka tutup pintu, pelepas dan penarik roda-roda pesawat.

 

Cara pneumatik ini juga memiliki banyak kelebihan, diantaranya aman kepada kebakaran, viskositas fluida yang lebih kecil dibandingkan dengan metode hidrolik, memiliki penurunan yang relatif lebih kecil apabila dibandingkan metode hidrolik, dapat disimpan dengan gampang sebab komponennya kecil, serta fluida kerja lebih muda didapatkan dan dipindahkan.

 

Namun dibalik banyak profit yang didapat dari cara pneumatic, cara ini bahkan mempunyai sejumlah kekurangan. Kekurangan dari sistem pneumatic hal yang demikian antara lain, bisa terjadi pengembunan di dalam bagian, gaya yang ditransfer berjumlah terbatas, serta menciptakan suara yang berisik.

 

Komponen-komponen yang lazimnya terdapat dalam sistem pneumatik diantaranya, yakni kompresor yang diaplikasikan untuk menyerap atau menghisap udara bebas di atmosfer lalu menaruhnya ke dalam tangki atau receiver, dehidrator yang berfungsi sebagai pemisah sisa uap lembab mana yang boleh ketinggalan dikala udara lewat unit oil and water trap, pressure regulator yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara, serta restrictor yang ialah pengontrol klep dalam cara pneumatic.

 

Kemudian perawatan alat pada kedua cara juga perlu dipandang yang pastinya membutuhkan perawatan yang berbeda untuk mendukung alat yang digunakan konsisten berprofesi secara tepat sasaran. Perawatan tersebut bisa Anda tanyakan pada distributor hydraulic distributor pneumatic yang Anda kenal.